Category Archives: Ust. A.H. Ibnu Rahman Al-Bughury

Himpunan Kajian Bersama Ust. A.H. Ibnu Rahman Al-Bughury

Manajemen Sholat Berjama’Ah

KHUSYU’

Qodho’ Sholat

الصلاة.ppt

Hal Membatalkan Sholat

IKHTILAF SEPUTAR SHOLAT.ppt

SHOLAT DALAM PERJALANAN.ppt

Hukum Nikah Campur

Bai’at

فَضَائِلُ الجُمُعَةِ.pptx

Sistem Keuangan Keluarga

Bergaul Dengan Non Muslim

 

Iklan

Kenapa Hari Jum’at Diutamakan ..?

Kenapa Hari Jum’at Diutamakan ..?

Rasululloh SAW Menjawab : “Karena di hari itu ayahmu Adam diciptakan, dan padanya halilintar (Tanda hari kiamat) dan hari kebangkitan, dan padany terjadi kedahsyatan, dan pada akhir tiga waktu darinya ada satu waktu yaang barang siapa berdoa kepada Alloh di waktu itu, maka doanya dikabulkan. ( Fatawa Rasululloh SAW, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah )

Rasululloh SAW Bersabda :”Pada Hari Jum’at Ada Lima Kejadian; Hari Itu Adam Diciptakan, Adam Diturunkan Ke Bumi Dan Pada Hari Itu Adam Diwafatkan . Dan Di Hari Itu Ada Waktu Yang Tidak Ada Seorang Hambapun Yang Memohon Sesuatu Kepada Alloh, Kecuali Pasti Akan Dikabulkan Selama Ia Tidak Memohon Dosa Dan Tidak Memutuskan Tali Silaturrahim, Pada Hari Itu Akan Terjadi Kiamat, Maka Tidak Ada Malaikat Yang Dekat Dengan Alloh, Tidak Juga Bumi, Gunung, Batu Kecuali Mereka Merindukan Hari Jum’at” ( HR. Ahmad)

Waktu Mana Yang Mustajabah ..?

Rasululloh SAW Menjawab : “Yaitu Ketika Sholat Didirikan Sampai Selesai” (Fatawa Rasululloh SAW, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)

Rasululloh SAW Bersabda : “Barang siapa berwudhu dengan sempurna kemudian mendatangi sholat jum’ah lalu mendengarkan dan memperhatikan khutbah maka diampunilah dosa yang dilakukan antara hari itu sampai hari jum’at berikutnya ditambah dengan tiga hari” ( HR. Muslim )

Saat Mustajabahnya Doa :

Pertama, Sejak Duduknya Imam Di Atas Mimbar Hingga Shalat Selesai, Dan Kedua, Di Akhir Waktu Setelah Shalat Ashar “Saat Itu Berlangsung Antara Duduknya Imam Sampai Selesainya Shalat.” (HR. Muslim Nomor 853 Dan Abu Dawud Nomor 1049 Dari Jabir Bin Abdillah, Dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda, “Hari Jum’at Adalah Dua Belas Jam. Di Dalamnya Terdapat Satu Waktu Di Mana Tidaklah Seorang Muslim Memohon Sesuatu Kepada Allah Pada Saat Itu, Melainkan Allah Akan Mengabulkannya. Maka Carilah Ia Pada Saat-saat Terakhir Setelah Shalat Ashar.” (HR. An-Nasa’i)

Memperbanyak Bacaan Sholawat Pada Hari Jum’at
Dari Aus Bin Aus Bahwasannya Nabi SAW Bersabda : “Sesungguhnya Hari Terbaik Bagi Kalian Adalah Hari Jum’at, Maka Perbanyaklah Sholawat Kepadaku Pada Hari Tersebut Karena Sesungguhnya Sholawat Kalian Sampai Kepadaku” HR. Abu Dawud & An Nasa’

Kebiasaan Nabi SAW Di Hari Ju

Membaca Surat Assajdah (32) & Surat Al-insan (76) Ketika Sholat Subuh Di Hari Jum’at

Dari Abu Hurairah RA, Ia Berkata : “Nabi SAW Biasa Membaca Surat Alif Laam Miim .. Tanzil.. Assajdah Dan Hal Ataa ‘Alal Insan Pada Saat Sholat Subuh Di Hari Jum’at” HR. Muttafaq Alaih

Memotong Kuku Dan Kumis Di Hari Jum’at

Dari Abdullah bin amru bin Al Ash RA, ia berkata : “Bahwa Nabi SAW selalu memotong kuku dan kumisnya setiap hari jum’at” (HR. AlBaghawi)

“Lima hal dari fitrah yaitu ; khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mancabut bulu ketiak dan mencukur kumis” (HR. Muttafaq Alaih)
Mandi Pada Hari Jum’at
Rasululloh SAW Bersabda : “Jika Salah Seorang Diantara Kalian Mendatangi Sholat Jum’at Hendaklah Ia Mandi. HR. Muttafaq Alaih

Sunnah Jima’ Dimalam Jum’at Mengambil Qiyas Keutamaan Mandi Jum’at

Hadits Riwayat Abu Hurairah Ra. Bahwa: Rasulullah Saw. Bersabda: Siapa Saja Mandi Pada Hari Jum`at Seperti Mandi Jinabat, Berangkat Awal (Ke Mesjid), Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Unta Gemuk. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Kedua, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Sapi. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Ketiga, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Kambing Bertanduk. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Keempat, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Menyembelih Seekor Ayam. Dan Barangsiapa Berangkat Pada Waktu Kelima, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Bersedekah Sebutir Telur. Dan Bila Imam (Khatib) Telah Keluar (Maksudnya, Naik Mimbar), Para Malaikat Hadir Mendengarkan Zikir, Khutbah (Maksudnya, Mereka Tidak Lagi Mencatat Orang Yang Datang Ke Masjid Setelah Khutbah Di Mulai)
HR. Muttafaq Alaih

Memakai Pakaian Terbaik Untuk Sholat Jum’at

Rasululloh SAW Bersabda : “Barang Siapa Mandi Pada Hari Jum’at Dan Memakai Wewangian Jika Ada, Lalu Mengenakan Pakaian Terbaiknya, Kemudian Dia Keluar Dengan Tenang Hingga Sampai Ke Masjid, Lalu Dia Sholat Jika Memungkinkan Serta Tidak Menyakiti Seorangpun, Kemudian Dia Diam Jika Imam Keluar Sampai Selesai Sholat, Maka Segala Dosanya Diampuni Diantara Hari Itu Dan Jum’at Berikutnya” HR. Ahmad

Sholat Sunnah Setelah Jum’at

Dari Ibnu Umar RA : Bahwa Nabi SAW Tidak Pernah Sholat Setelah Jum’at Hingga Pulang Dan Sholat Dua Rokaat Di Rumahnya. HR. Muslim

Larangan Puasa Di Hari Jum’at

Rasululloh SAW bersabda : “Janganlah kamu berpuasa pada hari jum’at, kecuali hari itu berada di hari atau bulan (Yang kamu biasa berpuasa), Adapun tentang kamu tidak akan mengajak seorangpun berbicara, maka demi Alloh, engkau berbicara kebaikan atau mencegah kemungkaran itu lebih baik dari pada engkau diam” HR. Ahmad

Meninggal Pada Hari Jum’at …. Tanda Husnul Khotimah ..???

Dari Abdullah Bin Amru Bin Ash Radhiyallahu ‘Anhuma Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Bersabda: “Tidak Ada Seorang Muslim Pun Yang Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Kecuali Allah Akan Menjaganya Dari Fitnah Kubur.” (HR. Ahmad No. 6582 Dan At-tirmidzi No. 1074)
Imam At-tirmidzi Melemahkannya Dengan Berkata: “Hadits Ini Gharib. Sanad Hadits Ini Tidak Bersambung, Karena Perawi Rabi’ah Bin Saif Sebenarnya Hanya Meriwayatkan Dari Abu Abdurrahman Al-hubuli Dari Abdullah Bin Amru. Kami Tidak Mengetahui Rabi’ah Bin Saif Mendengar Langsung Dari Abdullah Bin Am (Sunan At-tirmidzi, 3/378, Hadits No. 1074)
Imam Ahmad Berkata: Telah Menceritakan Kepada Kami Perawi Suraij, Telah Menceritakan Kepada Kami (Perawi Suraij) Perawi Baqiyah, Dari Mu’awiyah Bin Sa’id Dari Abu Qabil Dari Abdullah Bin Amru Bin Ash Berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Bersabda
“Barangsiapa Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Maka Ia Akan Dilindungi Dari Fitnah Kubur.” (HR. Ahmad No. 6646)
Syaikh Ahmad Syakir Berkata: “Sanadnya Lemah, Karena Perawi Baqiyah Bin Muslim Adalah Seorang Mudallis (Perawi Yang Memanipulasi Sanad) Dan Dalam Sanad Ini Ia Tidak Menegaskan Mendengar Secara Langsung (Dari Mu’awiyah).”
(Musnad Ahmad Dengan Tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, 6/204)
Jika Kita Mengikuti Pendapat Ulama Yang Menyatakan Hadits Tersebut Hasan Atau Shahih Sekalipun, Maka Bukan Berarti Setiap Muslim Dan Muslimah Yang Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Telah Meraih Husnul Khatimah. Status Husnul Khatimah Lebih Kuat Berkaitan Dengan Amal Perbuatan Orang Yang Meninggal, Daripada Dengan Tempat Dan Waktu Orang Tersebut Meninggal

Kajian Sistem keuangan Keluarga Islam

Al-Qur’an & Sunnah Berbicara  Tentang Harta

Harta sebagai Cobaan & Ujian

Dan Ketahuilah, Bahwa Hartamu Dan Anak-anakmu Itu Hanya Sebagai Cobaan Dan Sesungguhnya Di Sisi Allah-lah Pahala Yang Besar (Qs. Al-Anfal : 28)

Harta Sebagai Sarana Bertaqwa  Untuk Mencapai Surga

“Perumpamaan  Orang-orang Yang Menafkahkan Hartanya Di Jalan Allah  Adalah Serupa Dengan Sebutir Benih Yang Menumbuhkan Tujuh Bulir, Pada Tiap-tiap Bulir Seratus Biji.  Allah Melipat Gandakan  Bagi Siapa Yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Luas  Lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al-baqoroh : 261 )

Kamu Sekali-kali Tidak Sampai Kepada Kebajikan (Yang Sempurna), Sebelum Kamu Menafkahkan Sebagian Harta Yang Kamu Cintai. Dan Apa Saja Yang Kamu Nafkahkan, Maka Sesungguhnya Allah Mengetahuinya. (Qs. Ali Imron : 92)

Hadits Riwayat Asma’ Binti Abu Bakar Ra. Ia Berkata: Rasulullah Saw. Pernah Bersabda Kepadaku: Berinfaqlah (Atau: Memberilah) Dan Tidak Usah Menghitung-hitung, Karena Allah Akan Memperhitungkannya Untukmu (HR. Al-Bukhori)

Peringatan Bahwa Harta Dapat Membawa Mala-Petaka Nanti

“Sekali-kali Janganlah Orang-orang Yang Bakhil Dengan Harta Yang Allah Berikan Kepada Mereka Dari Karunia-nya Menyangka, Bahwa Kebakhilan Itu Baik Bagi Mereka. Sebenarnya Kebakhilan Itu Adalah Buruk Bagi Mereka. Harta Yang Mereka Bakhilkan Itu Akan Dikalungkan Kelak Di Lehernya Di Hari Kiamat. Dan Kepunyaan Allah-lah Segala Warisan (Yang Ada) Di Langit Dan Di Bumi. Dan Allah Mengetahui Apa Yang Kamu Kerjakan (Qs. Ali Imron : 180)

Siapa Diberi Harta Oleh Allah, Lalu Dia Tidak Menunaikan Zakatnya, Pada Hari Kiamat Hartanya Dijadikan Untuknya Menjadi Seekor Ular Jantan Aqra’ (Yang Kulit Kepalanya Rontok Karena Dikepalanya Terkumpul Banyak Racun), Yang Berbusa Dua Sudut Mulutnya. Ular Itu Dikalungkan (Di Lehernya) Pada Hari Kiamat. Ular Itu Memegang [1] Dengan Kedua Sudut Mulutnya, Lalu Ular Itu Berkata,’saya Adalah Hartamu, Saya Adalah Simpananmu’. Kemudian Beliau N Membaca,’sekali-kali Janganlah Orang-orang Yang Bakhil Menyangka … Al Ayat’.” (HR Bukhari)

Pengakuan Bahwa Harta Adalah Hak Milik Yang Dijamin

Hai Orang-orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Saling Memakan Harta Sesamamu Dengan Jalan Yang Bathil, Kecuali Dengan Jalan Perniagaan Yang Berlaku Dengan Suka Sama Suka Diantara Kamu. Dan Janganlah Kamu Membunuh Dirimu; Sesungguhnya Allah Adalah Maha Penyayang Kepadamu (Qs. AnNnisaa : 29)

Hadits Riwayat Aisyah Ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Barangsiapa Mengambil Tanah Kira-kira Sejengkal Secara Aniaya, Maka Akan Dikalungkan Di Lehernya Setebal Tujuh Lapis Bumi  (HR. Bukhori)

Al-Qur’an & Sunnah Mengatur Sirkulasi Harta

Islam Mengatur Penggunaan Harta Seseorang Atau Keluarga Muslim Agar Mereka Selamat Di Dunia Dan Diakherat, Selain Untuk Keselamatan Diri Sendiri Aturan-aturan Tersebut Bertujuan Untuk Memeratakan Perekonomian Umat

“Dan Orang-orang Yang Apabila Membelanjakan (Harta), Mereka Tidak Berlebihan, Dan Tidak (Pula) Kikir, Dan Adalah (Pembelanjaan Itu) Di Tengah-tengah Antara Yang Demikian.  ”  (Qs. Al Furqan: 67)

”Tidaklah Melangkah Kaki Seorang Anak Adam Di Hari Kiamat Sebelum Ditanyakan Kepadanya Empat Perkara: Tentang Umurnya Untuk Apa Dihabiskan, Tentang Masa Mudanya Untuk Apa Digunakan, Tentang Hartanya Dari Mana Diperoleh Dan Ke Mana Dihabiskan, Dan Tentang Ilmunya Untuk Apa Dimanfaatkan.” (HR Tirmidzi)

Minimal Ada Dua Hal Yang Wajib Dicermati Oleh Keluarga Muslim Dalam Mengontrol Harta Atau Uang, Dua Hal Penting Tersebut Adalah : Membersihkan Harta Dan Membagi Harta Sesuai Porsi Yang Benar

Pembelanjaan Harta  Dengan Sistem Perut

1/3 Nafkah

1/3 Investasi

1/3 Sedekah

Batasan Dan Level Nafkah

Nafkah Makanan

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah SAW. Bersabda:“makanan Dua Orang Cukup Untuk Tiga Orang, Makanan Tiga Orang Cukup Untuk Empat Orang” HR. Al-Bukhori

Dari Ibnu Umar R.A., Katanya Ada Seorang Laki-laki Yang Biasanya Makan Banyak, Setelah Masuk Islam Makannya Sedikit. Hal Itu Diceriterakan Kepada Rasulullah SAW., Beliau Bersabda :“Orang Beriman Makan Untuk Satu Usus, Orang Kafir Makan Untuk Tujuh Usus” (HR. Al-Bukhori)

Nafkah Pakaian

Hadits Riwayat Ibnu Umar Ra. Ia Berkata: Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Allah Tidak Akan Memandang Orang Yang Menyeret Pakaiannya Karena Sombong  (HR. Al-bukhori)

“Merasa Miskin Adalah Ketika Seseorang Tidak Dapat Menyeimbangkan Antara Kebutuhan Dan Keinginan, Padahal Alloh SWT Pasti Mencukupi Kebutuhan Tiap Manusia”

Batasan Investasi

“Semoga Allah Merahmati Seseorang Yang Mencari Penghasilan Secara Baik, Membelanjakan Harta Secara Hemat Dan Menyisihkan Tabungan Sebagai Persediaan Di Saat Kekurangan Dan Kebutuhannya” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

“Dalam Pandangan Syariah Islam, Pada Dasarnya Sebuah Investasi Itu Hukumnya Halal Dan Syah, Selama Dalam Teknisnya Tidak Terkandung Hal-hal Yang Menyalahi Prinsip Dasar Dari Transaksi Yang Halal”

Prinsip Dasar Yang Harus Dipenuhi :

Bebas Bunga

Sektor Investasi

Tidak Spekulatif (Gambling)

BEBAS BUNGA

“Dari Sisi Akad Dan Perjanjian, Harus Ada Kepastian Tidak Adanya Unsur Riba Atau Bunga (Interest). Sebagai  Gantinya, Yang Digunakan Adalah Sistem Bagi Hasil Yang Adil Atau Dikenal Dengan Akad Mudharabah”

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.  (QS. Al-Baqarah : 275)

Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melaknat pemakan riba’, yang memberi makan, kedua orang saksinya dan pencatatnya.(HR Muslim)

SEKTOR INVESTASI

“Investasi yang ditanamkan harus dipastikan pada barang-barang & mekanisme operasional yang halal, bukan pada hal yang haram”

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.(QS. Al-Maidah: 90)

TIDAK SPEKULATIF

“Islam Sangat Memperhatikan Masalah Hak Milik Seseorang, Sehingga Menjauhkan Setiap Orang Dari Berspekulasi Yang Hanya Akan Menimbulkan Kerugian. Sebab Yang Sering Terjadi Adalah Sifat Gambling Ketimbang Perhitungan Masak Dalam Sebuah Analisa Untung Rugi”

Nabi SAW Jual-beli Untung-untungan“ (HR. Muslim)

Batasan Sedekah

Shodaqoh Wajib = Zakat
Shodaqoh Sunnah = Infaq

Kriteria Harta Yang Wajib Dizakatkan

Harta Itu Dimiliki Secara Sempurna (Al-milkut-taam)

Harta Itu Tumbuh (An-nama’)

Harta Itu Memenuhi Jumlah Standar Minimal (Nisab)

Harta Itu Telah Dimiliki Untuk Jangka Waktu Tertentu (Haul)

Harta Itu Telah Melebihi Kebutuhan Dasar

Pemiliknya Adalah Orang Yang Selamat Dari Hutang

Siapakah Yang Mau Memberi Pinjaman Kepada Allah, Pinjaman Yang Baik , Maka Allah Akan Meperlipat Gandakan Pembayaran Kepadanya Dengan Lipat Ganda Yang Banyak. Dan Allah Menyempitkan Dan Melapangkan  Dan Kepada-nya-lah Kamu Dikembalikan  (QS. Al-baqoroh : 245)

Hadits Riwayat Haritsah Bin Wahab Ra. Ia Berkata: Aku Pernah Mendengar Rasulullah Saw. Bersabda: Bersedekahlah Kalian! Karena, Sudah Semakin Dekat Saat Di Mana Seorang Lelaki Berjalan Membawa Sedekahnya, Lalu Orang Yang Hendak Diberi Sedekah Berkata: Andaikata Sedekahmu Itu Engkau Bawa Kepadaku Kemarin, Tentu Aku Menerimanya. Adapun Sekarang, Maka Aku Tidak Lagi Membutuhkannya.

Sabtu 22 Pebruari 2014 Kajian Agama Islam dengan Judul Sistem Keuangan Keluarga bersama Ust. A.H. Ibnu Rahman Al-Bughury