Kenapa Hari Jum’at Diutamakan ..?

Kenapa Hari Jum’at Diutamakan ..?

Rasululloh SAW Menjawab : “Karena di hari itu ayahmu Adam diciptakan, dan padanya halilintar (Tanda hari kiamat) dan hari kebangkitan, dan padany terjadi kedahsyatan, dan pada akhir tiga waktu darinya ada satu waktu yaang barang siapa berdoa kepada Alloh di waktu itu, maka doanya dikabulkan. ( Fatawa Rasululloh SAW, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah )

Rasululloh SAW Bersabda :”Pada Hari Jum’at Ada Lima Kejadian; Hari Itu Adam Diciptakan, Adam Diturunkan Ke Bumi Dan Pada Hari Itu Adam Diwafatkan . Dan Di Hari Itu Ada Waktu Yang Tidak Ada Seorang Hambapun Yang Memohon Sesuatu Kepada Alloh, Kecuali Pasti Akan Dikabulkan Selama Ia Tidak Memohon Dosa Dan Tidak Memutuskan Tali Silaturrahim, Pada Hari Itu Akan Terjadi Kiamat, Maka Tidak Ada Malaikat Yang Dekat Dengan Alloh, Tidak Juga Bumi, Gunung, Batu Kecuali Mereka Merindukan Hari Jum’at” ( HR. Ahmad)

Waktu Mana Yang Mustajabah ..?

Rasululloh SAW Menjawab : “Yaitu Ketika Sholat Didirikan Sampai Selesai” (Fatawa Rasululloh SAW, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah)

Rasululloh SAW Bersabda : “Barang siapa berwudhu dengan sempurna kemudian mendatangi sholat jum’ah lalu mendengarkan dan memperhatikan khutbah maka diampunilah dosa yang dilakukan antara hari itu sampai hari jum’at berikutnya ditambah dengan tiga hari” ( HR. Muslim )

Saat Mustajabahnya Doa :

Pertama, Sejak Duduknya Imam Di Atas Mimbar Hingga Shalat Selesai, Dan Kedua, Di Akhir Waktu Setelah Shalat Ashar “Saat Itu Berlangsung Antara Duduknya Imam Sampai Selesainya Shalat.” (HR. Muslim Nomor 853 Dan Abu Dawud Nomor 1049 Dari Jabir Bin Abdillah, Dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam Bersabda, “Hari Jum’at Adalah Dua Belas Jam. Di Dalamnya Terdapat Satu Waktu Di Mana Tidaklah Seorang Muslim Memohon Sesuatu Kepada Allah Pada Saat Itu, Melainkan Allah Akan Mengabulkannya. Maka Carilah Ia Pada Saat-saat Terakhir Setelah Shalat Ashar.” (HR. An-Nasa’i)

Memperbanyak Bacaan Sholawat Pada Hari Jum’at
Dari Aus Bin Aus Bahwasannya Nabi SAW Bersabda : “Sesungguhnya Hari Terbaik Bagi Kalian Adalah Hari Jum’at, Maka Perbanyaklah Sholawat Kepadaku Pada Hari Tersebut Karena Sesungguhnya Sholawat Kalian Sampai Kepadaku” HR. Abu Dawud & An Nasa’

Kebiasaan Nabi SAW Di Hari Ju

Membaca Surat Assajdah (32) & Surat Al-insan (76) Ketika Sholat Subuh Di Hari Jum’at

Dari Abu Hurairah RA, Ia Berkata : “Nabi SAW Biasa Membaca Surat Alif Laam Miim .. Tanzil.. Assajdah Dan Hal Ataa ‘Alal Insan Pada Saat Sholat Subuh Di Hari Jum’at” HR. Muttafaq Alaih

Memotong Kuku Dan Kumis Di Hari Jum’at

Dari Abdullah bin amru bin Al Ash RA, ia berkata : “Bahwa Nabi SAW selalu memotong kuku dan kumisnya setiap hari jum’at” (HR. AlBaghawi)

“Lima hal dari fitrah yaitu ; khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mancabut bulu ketiak dan mencukur kumis” (HR. Muttafaq Alaih)
Mandi Pada Hari Jum’at
Rasululloh SAW Bersabda : “Jika Salah Seorang Diantara Kalian Mendatangi Sholat Jum’at Hendaklah Ia Mandi. HR. Muttafaq Alaih

Sunnah Jima’ Dimalam Jum’at Mengambil Qiyas Keutamaan Mandi Jum’at

Hadits Riwayat Abu Hurairah Ra. Bahwa: Rasulullah Saw. Bersabda: Siapa Saja Mandi Pada Hari Jum`at Seperti Mandi Jinabat, Berangkat Awal (Ke Mesjid), Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Unta Gemuk. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Kedua, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Sapi. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Ketiga, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Berkurban Seekor Kambing Bertanduk. Siapa Saja Berangkat Pada Waktu Keempat, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Menyembelih Seekor Ayam. Dan Barangsiapa Berangkat Pada Waktu Kelima, Maka Ia Mendapat Pahala Seperti Pahala Bersedekah Sebutir Telur. Dan Bila Imam (Khatib) Telah Keluar (Maksudnya, Naik Mimbar), Para Malaikat Hadir Mendengarkan Zikir, Khutbah (Maksudnya, Mereka Tidak Lagi Mencatat Orang Yang Datang Ke Masjid Setelah Khutbah Di Mulai)
HR. Muttafaq Alaih

Memakai Pakaian Terbaik Untuk Sholat Jum’at

Rasululloh SAW Bersabda : “Barang Siapa Mandi Pada Hari Jum’at Dan Memakai Wewangian Jika Ada, Lalu Mengenakan Pakaian Terbaiknya, Kemudian Dia Keluar Dengan Tenang Hingga Sampai Ke Masjid, Lalu Dia Sholat Jika Memungkinkan Serta Tidak Menyakiti Seorangpun, Kemudian Dia Diam Jika Imam Keluar Sampai Selesai Sholat, Maka Segala Dosanya Diampuni Diantara Hari Itu Dan Jum’at Berikutnya” HR. Ahmad

Sholat Sunnah Setelah Jum’at

Dari Ibnu Umar RA : Bahwa Nabi SAW Tidak Pernah Sholat Setelah Jum’at Hingga Pulang Dan Sholat Dua Rokaat Di Rumahnya. HR. Muslim

Larangan Puasa Di Hari Jum’at

Rasululloh SAW bersabda : “Janganlah kamu berpuasa pada hari jum’at, kecuali hari itu berada di hari atau bulan (Yang kamu biasa berpuasa), Adapun tentang kamu tidak akan mengajak seorangpun berbicara, maka demi Alloh, engkau berbicara kebaikan atau mencegah kemungkaran itu lebih baik dari pada engkau diam” HR. Ahmad

Meninggal Pada Hari Jum’at …. Tanda Husnul Khotimah ..???

Dari Abdullah Bin Amru Bin Ash Radhiyallahu ‘Anhuma Dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Bersabda: “Tidak Ada Seorang Muslim Pun Yang Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Kecuali Allah Akan Menjaganya Dari Fitnah Kubur.” (HR. Ahmad No. 6582 Dan At-tirmidzi No. 1074)
Imam At-tirmidzi Melemahkannya Dengan Berkata: “Hadits Ini Gharib. Sanad Hadits Ini Tidak Bersambung, Karena Perawi Rabi’ah Bin Saif Sebenarnya Hanya Meriwayatkan Dari Abu Abdurrahman Al-hubuli Dari Abdullah Bin Amru. Kami Tidak Mengetahui Rabi’ah Bin Saif Mendengar Langsung Dari Abdullah Bin Am (Sunan At-tirmidzi, 3/378, Hadits No. 1074)
Imam Ahmad Berkata: Telah Menceritakan Kepada Kami Perawi Suraij, Telah Menceritakan Kepada Kami (Perawi Suraij) Perawi Baqiyah, Dari Mu’awiyah Bin Sa’id Dari Abu Qabil Dari Abdullah Bin Amru Bin Ash Berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Salam Bersabda
“Barangsiapa Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Maka Ia Akan Dilindungi Dari Fitnah Kubur.” (HR. Ahmad No. 6646)
Syaikh Ahmad Syakir Berkata: “Sanadnya Lemah, Karena Perawi Baqiyah Bin Muslim Adalah Seorang Mudallis (Perawi Yang Memanipulasi Sanad) Dan Dalam Sanad Ini Ia Tidak Menegaskan Mendengar Secara Langsung (Dari Mu’awiyah).”
(Musnad Ahmad Dengan Tahqiq Syaikh Ahmad Syakir, 6/204)
Jika Kita Mengikuti Pendapat Ulama Yang Menyatakan Hadits Tersebut Hasan Atau Shahih Sekalipun, Maka Bukan Berarti Setiap Muslim Dan Muslimah Yang Meninggal Pada Hari Jum’at Atau Malam Jum’at Telah Meraih Husnul Khatimah. Status Husnul Khatimah Lebih Kuat Berkaitan Dengan Amal Perbuatan Orang Yang Meninggal, Daripada Dengan Tempat Dan Waktu Orang Tersebut Meninggal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: