Monthly Archives: Februari, 2014

Kajian Sistem keuangan Keluarga Islam

Al-Qur’an & Sunnah Berbicara  Tentang Harta

Harta sebagai Cobaan & Ujian

Dan Ketahuilah, Bahwa Hartamu Dan Anak-anakmu Itu Hanya Sebagai Cobaan Dan Sesungguhnya Di Sisi Allah-lah Pahala Yang Besar (Qs. Al-Anfal : 28)

Harta Sebagai Sarana Bertaqwa  Untuk Mencapai Surga

“Perumpamaan  Orang-orang Yang Menafkahkan Hartanya Di Jalan Allah  Adalah Serupa Dengan Sebutir Benih Yang Menumbuhkan Tujuh Bulir, Pada Tiap-tiap Bulir Seratus Biji.  Allah Melipat Gandakan  Bagi Siapa Yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Luas  Lagi Maha Mengetahui” (Qs. Al-baqoroh : 261 )

Kamu Sekali-kali Tidak Sampai Kepada Kebajikan (Yang Sempurna), Sebelum Kamu Menafkahkan Sebagian Harta Yang Kamu Cintai. Dan Apa Saja Yang Kamu Nafkahkan, Maka Sesungguhnya Allah Mengetahuinya. (Qs. Ali Imron : 92)

Hadits Riwayat Asma’ Binti Abu Bakar Ra. Ia Berkata: Rasulullah Saw. Pernah Bersabda Kepadaku: Berinfaqlah (Atau: Memberilah) Dan Tidak Usah Menghitung-hitung, Karena Allah Akan Memperhitungkannya Untukmu (HR. Al-Bukhori)

Peringatan Bahwa Harta Dapat Membawa Mala-Petaka Nanti

“Sekali-kali Janganlah Orang-orang Yang Bakhil Dengan Harta Yang Allah Berikan Kepada Mereka Dari Karunia-nya Menyangka, Bahwa Kebakhilan Itu Baik Bagi Mereka. Sebenarnya Kebakhilan Itu Adalah Buruk Bagi Mereka. Harta Yang Mereka Bakhilkan Itu Akan Dikalungkan Kelak Di Lehernya Di Hari Kiamat. Dan Kepunyaan Allah-lah Segala Warisan (Yang Ada) Di Langit Dan Di Bumi. Dan Allah Mengetahui Apa Yang Kamu Kerjakan (Qs. Ali Imron : 180)

Siapa Diberi Harta Oleh Allah, Lalu Dia Tidak Menunaikan Zakatnya, Pada Hari Kiamat Hartanya Dijadikan Untuknya Menjadi Seekor Ular Jantan Aqra’ (Yang Kulit Kepalanya Rontok Karena Dikepalanya Terkumpul Banyak Racun), Yang Berbusa Dua Sudut Mulutnya. Ular Itu Dikalungkan (Di Lehernya) Pada Hari Kiamat. Ular Itu Memegang [1] Dengan Kedua Sudut Mulutnya, Lalu Ular Itu Berkata,’saya Adalah Hartamu, Saya Adalah Simpananmu’. Kemudian Beliau N Membaca,’sekali-kali Janganlah Orang-orang Yang Bakhil Menyangka … Al Ayat’.” (HR Bukhari)

Pengakuan Bahwa Harta Adalah Hak Milik Yang Dijamin

Hai Orang-orang Yang Beriman, Janganlah Kamu Saling Memakan Harta Sesamamu Dengan Jalan Yang Bathil, Kecuali Dengan Jalan Perniagaan Yang Berlaku Dengan Suka Sama Suka Diantara Kamu. Dan Janganlah Kamu Membunuh Dirimu; Sesungguhnya Allah Adalah Maha Penyayang Kepadamu (Qs. AnNnisaa : 29)

Hadits Riwayat Aisyah Ra. Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Barangsiapa Mengambil Tanah Kira-kira Sejengkal Secara Aniaya, Maka Akan Dikalungkan Di Lehernya Setebal Tujuh Lapis Bumi  (HR. Bukhori)

Al-Qur’an & Sunnah Mengatur Sirkulasi Harta

Islam Mengatur Penggunaan Harta Seseorang Atau Keluarga Muslim Agar Mereka Selamat Di Dunia Dan Diakherat, Selain Untuk Keselamatan Diri Sendiri Aturan-aturan Tersebut Bertujuan Untuk Memeratakan Perekonomian Umat

“Dan Orang-orang Yang Apabila Membelanjakan (Harta), Mereka Tidak Berlebihan, Dan Tidak (Pula) Kikir, Dan Adalah (Pembelanjaan Itu) Di Tengah-tengah Antara Yang Demikian.  ”  (Qs. Al Furqan: 67)

”Tidaklah Melangkah Kaki Seorang Anak Adam Di Hari Kiamat Sebelum Ditanyakan Kepadanya Empat Perkara: Tentang Umurnya Untuk Apa Dihabiskan, Tentang Masa Mudanya Untuk Apa Digunakan, Tentang Hartanya Dari Mana Diperoleh Dan Ke Mana Dihabiskan, Dan Tentang Ilmunya Untuk Apa Dimanfaatkan.” (HR Tirmidzi)

Minimal Ada Dua Hal Yang Wajib Dicermati Oleh Keluarga Muslim Dalam Mengontrol Harta Atau Uang, Dua Hal Penting Tersebut Adalah : Membersihkan Harta Dan Membagi Harta Sesuai Porsi Yang Benar

Pembelanjaan Harta  Dengan Sistem Perut

1/3 Nafkah

1/3 Investasi

1/3 Sedekah

Batasan Dan Level Nafkah

Nafkah Makanan

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah SAW. Bersabda:“makanan Dua Orang Cukup Untuk Tiga Orang, Makanan Tiga Orang Cukup Untuk Empat Orang” HR. Al-Bukhori

Dari Ibnu Umar R.A., Katanya Ada Seorang Laki-laki Yang Biasanya Makan Banyak, Setelah Masuk Islam Makannya Sedikit. Hal Itu Diceriterakan Kepada Rasulullah SAW., Beliau Bersabda :“Orang Beriman Makan Untuk Satu Usus, Orang Kafir Makan Untuk Tujuh Usus” (HR. Al-Bukhori)

Nafkah Pakaian

Hadits Riwayat Ibnu Umar Ra. Ia Berkata: Bahwa Rasulullah Saw. Bersabda: Allah Tidak Akan Memandang Orang Yang Menyeret Pakaiannya Karena Sombong  (HR. Al-bukhori)

“Merasa Miskin Adalah Ketika Seseorang Tidak Dapat Menyeimbangkan Antara Kebutuhan Dan Keinginan, Padahal Alloh SWT Pasti Mencukupi Kebutuhan Tiap Manusia”

Batasan Investasi

“Semoga Allah Merahmati Seseorang Yang Mencari Penghasilan Secara Baik, Membelanjakan Harta Secara Hemat Dan Menyisihkan Tabungan Sebagai Persediaan Di Saat Kekurangan Dan Kebutuhannya” (HR. Muttafaq ‘Alaih)

“Dalam Pandangan Syariah Islam, Pada Dasarnya Sebuah Investasi Itu Hukumnya Halal Dan Syah, Selama Dalam Teknisnya Tidak Terkandung Hal-hal Yang Menyalahi Prinsip Dasar Dari Transaksi Yang Halal”

Prinsip Dasar Yang Harus Dipenuhi :

Bebas Bunga

Sektor Investasi

Tidak Spekulatif (Gambling)

BEBAS BUNGA

“Dari Sisi Akad Dan Perjanjian, Harus Ada Kepastian Tidak Adanya Unsur Riba Atau Bunga (Interest). Sebagai  Gantinya, Yang Digunakan Adalah Sistem Bagi Hasil Yang Adil Atau Dikenal Dengan Akad Mudharabah”

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual-beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba.  (QS. Al-Baqarah : 275)

Dari Jabir ra bahwa Rasulullah SAW melaknat pemakan riba’, yang memberi makan, kedua orang saksinya dan pencatatnya.(HR Muslim)

SEKTOR INVESTASI

“Investasi yang ditanamkan harus dipastikan pada barang-barang & mekanisme operasional yang halal, bukan pada hal yang haram”

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi, berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan”.(QS. Al-Maidah: 90)

TIDAK SPEKULATIF

“Islam Sangat Memperhatikan Masalah Hak Milik Seseorang, Sehingga Menjauhkan Setiap Orang Dari Berspekulasi Yang Hanya Akan Menimbulkan Kerugian. Sebab Yang Sering Terjadi Adalah Sifat Gambling Ketimbang Perhitungan Masak Dalam Sebuah Analisa Untung Rugi”

Nabi SAW Jual-beli Untung-untungan“ (HR. Muslim)

Batasan Sedekah

Shodaqoh Wajib = Zakat
Shodaqoh Sunnah = Infaq

Kriteria Harta Yang Wajib Dizakatkan

Harta Itu Dimiliki Secara Sempurna (Al-milkut-taam)

Harta Itu Tumbuh (An-nama’)

Harta Itu Memenuhi Jumlah Standar Minimal (Nisab)

Harta Itu Telah Dimiliki Untuk Jangka Waktu Tertentu (Haul)

Harta Itu Telah Melebihi Kebutuhan Dasar

Pemiliknya Adalah Orang Yang Selamat Dari Hutang

Siapakah Yang Mau Memberi Pinjaman Kepada Allah, Pinjaman Yang Baik , Maka Allah Akan Meperlipat Gandakan Pembayaran Kepadanya Dengan Lipat Ganda Yang Banyak. Dan Allah Menyempitkan Dan Melapangkan  Dan Kepada-nya-lah Kamu Dikembalikan  (QS. Al-baqoroh : 245)

Hadits Riwayat Haritsah Bin Wahab Ra. Ia Berkata: Aku Pernah Mendengar Rasulullah Saw. Bersabda: Bersedekahlah Kalian! Karena, Sudah Semakin Dekat Saat Di Mana Seorang Lelaki Berjalan Membawa Sedekahnya, Lalu Orang Yang Hendak Diberi Sedekah Berkata: Andaikata Sedekahmu Itu Engkau Bawa Kepadaku Kemarin, Tentu Aku Menerimanya. Adapun Sekarang, Maka Aku Tidak Lagi Membutuhkannya.

Sabtu 22 Pebruari 2014 Kajian Agama Islam dengan Judul Sistem Keuangan Keluarga bersama Ust. A.H. Ibnu Rahman Al-Bughury

Iklan

Masjid sentral Kemajuan Ummat Islam

Kemajuan Ummat Islam dimulai dari Masjid seperti diteladani oleh Rasulullah SAW ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah, terlebih dahulu dibangun Masjid.  Beliau melaksanakan sholat  di masjid, berdakwah di masjid dan melaksanakan amalan sholihan di bidang ekonomi dan kemasyarakatan juga di masjid.

Masjid sebagai tempat beribadah ummat  Islam  memiliki fungsi  yang  beragam, baik untuk menjalankan ibadah ukhrawi maupun  ibadah duniawi. Masjid sebagai tempat  sholat, dikunjungi oleh ummat Islam minimal 5 kali setiap hari, dari sejak Subuh di pagi hari sampai Isya’ di malam hari. Pada setiap hari jum’at, ummat Islam berbondong-bondong mengunjungi masjid untuk melaksanakan sholat Jum’at. Dan ketika seorang muslim  meninggal dunia, jenazahnyapun di sholatkan di masjid. Begitu pula ketika akan menunaikan ibadah haji, keberangkatan seharusnya berawal pula dari masjid.

Fungsi masjid utama lainnya adalah masjid sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pendidikan keagamaan, masjid sebagai tempat bermusyawarah kaum muslimin, masjid sebagai tempat konsultasi kaum muslimin, masjid sebagai tempat kegiatan remaja Islam, masjid sebagai tempat penyelenggaraan pernikahan, tempat pengelolaan Shodaqah, Infaq dan Zakat .   Pendek kata, Seyogyanyalah kehidupan ummat Islam selalu berawal dari masjid dan berakhir di masjid.

Jika masjid  dijadikan titik tolak dari semua perbuatan maanusia, maka Insya Allah manusia dapat mendapat taufiq dan hidayah dari Allah SWT, sebagaimana yang dijanjikan Allah dalam surat At Taubah ayat 18 yang berbunyi :

“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat  petunjuk”.

Jadi, jangan  berharap akan memperoleh petunjuk, hidayah atau inayah, apabila kita tidak berbuat untuk memakmurkan msjid.  Memakmurkan masjid adalah suatu kebutuhan yang mutlak bagi setiap pribadi muslim agar diinya senantiasa dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha merubahnya atau berusaha mendapatkan petunjuk itu.

Oleh karena itu, jadikanlah masjid sebagai benteng aqidah ummat, hindari perpecahan dan perbedaan-perbedaan di antara pandangan dan  faham para jamaah atau pengurusnya. Islam itu satu, maka arahkan pandangan pada titik tuju yang satu sehingga benar-benar  terwujud konteks ummatan wahidah. Jadikan masjid sentral dari segala keperluan masyarakat, termasuk pembinaan generasi muda sebagai generasi penerus ummat Islam.  Dengan demikian akan tercipta  generasi yang sangat berguna bagi agama, nusa dan bangsa Indonesia.