Ibadah Puasa Ramadhan Meningkatkan Kualitas Umat Islam Sebagai Ummat Terbaik


ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﻮﷲ ﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ

 

  1. 1.    Idul Fitri Sebagai Hari Kemenangan

 Puji dan syukur kita sampaikan ke hadirat Allah SWT atas rahmat-Nya pada pagi hari ini kita dapat merayakan Idul Fitri, sebagai hari kemenangan bagi orang-orang yang beriman, setelah satu bulan penuh berjuang mengendalikan hawa nafsu melalui ibadah puasa Ramadhan. Semoga hari kemenangan ini dapat memberikan motivasi  bagi peningkatan kualitas diri dan kehidupan kaum muslimin-muslimat sebagaimana pesan Rasulullah SAW :

ﻤﻦ ﻜﺎﻦ ﻴﻮﻤﻪ ﺨﻴﺮﺍ ﻤﻦ ﺍﻤﺴﻪ ﻔﻬﻭﺮﺍﺑﺢ   – ﺮﻭﺍﻩ ﺍﺤﻤﺪ-

“Barang siapa yang keberadaannya hari ini lebih baik dari hari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung”

Dengan kata lain, barang siapa yang selesai mengerjakan ibadah puasa Ramadhan, imannya meningkat lebih baik, ibadahnya lebih baik, perbuatannya meningkat lebih baik, dan akhlaknya meningkat lebih baik maka dialah orang yang beruntung, karena dia telah sukses meraih tujuan ibadah puasa menjadi orang yang bertaqwa,   sebagaimana Firman Allah SWT :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa” (Q.S. Al-Baqarah : 183)

Mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang beruntung dan sukses dalam meningkatkan kualitas taqwa setelah melaksanakan ibadah puasa, karena orang bertaqwa adalah yang paling mulia kedudukannya di sisi Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT :

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang palingtaqwa diantara kamu” (Q.S. Al-Hujurat : 13)

Orang bertaqwa akan menempati syurga yang penuh kenikmatan disisi Allah SWT, sebagaimana Firman Allah SWT :

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) syurga-syurga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (Q.S. Al-Qalam : 34)

 Sikap hidup taqwa selain akan meningkatkan derajat dan martabat kaum muslimin-muslimat pada kedudukan yang mulia dan menempatkannya dalam syurga yang berbahagia, juga akan membawa kepada kehidupan dunia yang maju, selamat dan sejahtera baik pribadi dan keluarga maupun masyarakat, bangsa dan negara, sebagaimana Firman Allah SWT :

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”(Q.S. At-Thalaq : 2)

“Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya”                   (Q.S. At-Thalaq : 4)

“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan bertaqwa, pastilah Allah akan melimpahkan kepada mereka berkah (kebaikan) dari langit dan bumi (untuk kesejahteraan penduduk negeri-negeri itu)”(Q.S. Al-A’raf : 96)

 Mudah-mudahan di bawah Pimpinan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Bapak SBY dan Bapak Boediono dengan kepemimpinan yang berbasis taqwa, masyarakat, bangsa dan negara Indonesia akan lebih maju, lebih sejahtera dan damai, menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur.

 

ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﻮﷲ ﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ

 2.    Keagungan bulan suci Ramadhan meneguhkan jati diri kaum muslimin

Kehadiran bulan suci Ramadhan setiap tahun adalah merupakan salah satu wujud dari kasih sayang Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, kaum muslimin-muslimat. Karena pada bulan suci Ramadhan Allah SWT berkenan melimpahkan rahmat dan barakah yang berlipat-lipat ganda, berkenan mengampuni segala kesalahan dan dosa, berkenan menerima dan mengabulkan semua do’a. Bahkan Allah SWT berkenan memberikan hadiah istimewa yaitu Lailatul Qadar (malam penuh kemuliaan), Khoirun  Min Alfi Syahrin (malam yang lebih baik dari 1.000 bulan). Artinya barang siapa yang beribadah pada malam Qadar itu maka ganjaran pahalanya lebih baik dan lebih banyak dari ganjaran pahala ibadah selama seribu bulan secara terus menerus. Itulah keagungan bulan suci Ramadhan. Hal tersebut mengandung makna bahwa melalui bulan suci Ramadhan dapat memperteguh jati diri umat Islam yang telah ditetapkan Allah SWT sebagai khaira ummah (umat terbaik), sebagaimana firman Allah SWT :

Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Q.S. Al-Imran : 110)

Firman Allah tersebut sekaligus menjawab tudingan berbagai pihak bahwa umat Islam adalah teroris, sebagaimana yang dipropagandakan oleh Amerika sejak terjadinya peristiwa peledakan gedung kembar WTC di Amerika pada tanggal 11 September 2001. Demikian juga dengan terjadinya peledakan bom bunuh diri di berbagai tempat termasuk di Indonesia, maka banyak pihak menuding bahwa umat Islam adalah teroris. Hal ini jelas tidak benar, karena Allah SWT telah menetapkan jati diri umat Islam sebagai khaira ummah (umat terbaik), pelopor berbuat kebaikan dan teladan mencegah kemungkaran. Oleh karena itu para ulama’ termasuk Majelis Ulama’ Indonesia telah menegaskan bahwa Islam mengharamkan dan mengutuk terorisme dan pelaku bom bunuh diri.

Dalam hubungan tersebut Allah SWT telah mengisyaratkan dalam firman-Nya bahwa, umat Islam harus dapat hidup berdampingan secara rukun dan damai serta bekerjasama dengan semua suku bangsa dengan tidak memandang perbedaan agama, sebagaimana firman Allah SWT :

“Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal.”(Q.S. Al-Hujurat : 13)

Apabila umat Islam yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia dan umat Islam terbesar di dunia, dapat membina dan menjaga kerukunan terhadap seluruh umat beragama dan bekerjasama dengan seluruh anak bangsa dan berbagai suku bangsa, serta taat pada pemerintah, maka masyarakat, bangsa dan negara Indonesia akan maju, sejahtera, aman damai, dan umat Islam sebagai penduduk mayoritas dengan sendirinya akan maju dan jaya. Itulah makna dari Islam sebagai Rahmatal Lil ‘Alamin, sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah SWT :

“Tidaklah Kami utus engkau (Muhammad SAW) (dengan membawa agama Islam itu) melainkan untuk menjadi rahmat bagi alam semesta”. (Q.S. Al-Anbiya’ : 107)

ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﻮﷲ ﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ

 3.    Ibadah Puasa meningkatkan kualitas umat Islam

Ibadah puasa Ramadhan selain salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh kaum muslimin-muslimat dengan nilai ganjaran pahala yang sangat istimewa dan tiada terhingga di sisi Allah SWT, juga memberikan pelatihan secara intensif dan efektif untuk meningkatkan kualitas umat Islam sebagai umat terbaik (Khairal ummah) yang meliputi dua aspek pokok :

  1. Pelatihan mengendalikan hawa nafsu, baik nafsu perut maupun nafsu syahwat, sehingga dapat melahirkan sikap dan perbuatan yang terpuji yang akan membawa kepada kemaslahatan bagi diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Keterpurukan suatu masyarakat, bangsa dan negara, sebagai akibat dari hawa nafsu yang tidak terkendali dari warga masyarakat, bangsa dan negara itu, sehingga menimbulkan sikap dan perbuatan yang tercela yang menyebabkan berkembangnya berbagai bentuk kebatilan, kezaliman, kemunkaran dan kemaksiatan dalam masyarakat. Allah SWT berfirman :

 “Maka telah diilhamkan pada jiwa manusia kecenderungan kepada yang buruk dan kecenderungan kepada yang baik (taqwa), maka sungguh beruntung mereka yang membersihkan jiwanya (dengan mengendalikan hawa nafsu) dan akan merugilah mereka yang mengotori jiwanya (dengan memperturutkan hawa nafsu). (Q.S. As- Syams: 8 – 10)

  1. Pelatihan peningkatan kesholehan ritual atau pendekatan diri kepada Allah SWT, dan kesholehan sosial atau berbuat kebaikan terhadap sesama manusia dan makhluk lainnya. Terpadunya kesholehan ritual dan kesholehan sosial akan membawa kesuksesan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara . Allah SWT berfirman:

 “Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Q.S. Al-Hajj : 77)

ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﻮﷲ ﺍﻠﺤﻤﺪﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ ﺍﷲ ﺍﻜﺑﺮ

  1. 4.    Idul Fitri sebagai momentum memperkokoh persaudaraan,  persatuan dan kesatuan

 Bulan suci Ramadhan dan ibadah puasa yang baru saja kita lalui telah memberikan motivasi yang kuat kepada kaum muslimin-muslimat untuk meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan kasih sayang baik antara sesama muslimin-muslimat maupun dengan seluruh warga masyarakat dengan melakukan silaturrahim dan saling memaafkan kesalahan. Hal ini merupakan salah satu wujud dari sikap taqwa yang menjadi tujuan dari ibadah puasa, sebagaimana Firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 134 :

Firman Allah tersebut mengisyaratkan bahwa salah satu ciri dari orang bertaqwa adalah orang yang berjiwa besar mau memberi dan meminta maaf atas segala kesalahan secara tulus.

Oleh karena itu  marilah kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum membentangkan tikar perdamaian, mengakhiri segala dendam sengketa, memperkokoh persaudaraan, memperkuat persatuan dan kesatuan, menggalang kebersamaan dan kasih sayang, mengembangkan silaturrahim dan saling memohon dan memberi maaf atas segala kesalahan serta saling mendo’akan akan keselamatan, kesejahteraan dan kebahagiaan.

ﻤﻦﺍﻠﻌﺎﺋﺪﻴﻦﻭﺍﻠﻔﺎﺋﺰﻴﻦﺘﻘﺑﻞﺍﷲ ﻤﻨﺎﻭﻤﻨﻜﻢ ﺘﻘﺑﻞ ﻴﺎﻜﺮﻴﻢ

(selamat meraih kemenangan semoga Allah menerima ibadah kita)

Marilah kita bersama-sama memanjatkan do’a kehadirat Allah SWT :

ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻠﺮﺤﻴﻢﺍﻠﺤﻤﺪﷲﺮﺐﺍﻠﻌﺎﻠﻤﻴﻦﺍﻠﻠﻬﻢﺻﻞﻋﻠﻰ ﺴﻴﺪﻨﺎﻤﺤﻤﺪﻮﻋﻠﻲﺍﻠﻪﻮﺻﺤﺑﻪﺍﺠﻤﻌﻴﻦ

Ya Allah,.. Tuhan Yang Maha Agung, Puji dan syukur kami sampaikan kehadiratMu atas kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan melaksanakan ibadah puasa. Kiranya engkau berkenan menerima ibadah puasa dan Amaliah Ramadhan kami  dengan penuh ridhoMu.

Ya Allah…Yang Maha Pemberi petunjuk dan pertolongan, bimbinglah kami dengan petunjuk dan pertolonganMu agar dapat mengamalkan sikap hidup taqwa setelah melaksanakan ibadah puasa, yang ditandai dengan Iman yang kuat, ibadah yang taat, amal yang shaleh dan Akhlak yang mulia.

Ya Allah…. yang Maha Pelindung, lindungilah masyarakat, bangsa dan Negara kami dari segala bencana, sehingga senantiasa dalam keselamatan, kesejahteraan dan kedamaian di bawah Naungan rahmatMu.

Ya Allah Yang Maha Pegampun, ampunlah segala dosa dan kesalahan kami, dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, dosa dan kesalahan seluruh kaum muslimin muslimat baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.

Terimalah Ya Allah semua amal ibadah kami, perkenankanlah Ya Allah doa permohonan kami, kiranya engkau berkenan Ya Allah memberikan umur yang panjang dan kesehatan lahir batin, sehingga kami dapat berjumpa lagi bulan suci Ramadhan yang akan datang, hanya kepadaMu jua  Ya Allah kami berserah diri, Amin Ya Rabbal ’Alamin.

ﺮﺑﻨﺎﺍﺘﻨﺎﻔﻰﺍﻠﺪﻨﻴﺎﺤﺴﻨﺔﻮﻔﻰﺍﻵﺨﺭﺓﺤﺴﻨﺔﻮﻘﻨﺎﻋﺫﺍﺐ

ﺍﻠﻨﺎﺮﻮﺍﻠﺤﻤﺪﷲﺮﺐﺍﻠﻌﺎﻠﻤﻴﻦ

 
 
 
 
 
Khotbah di Masjid Jami’ Baitul Akbar tahun 2009
 
Drs. H. Maulana Aziz
Dosen Universitas Islam Negeri (UIN)
 Syarif Hidayatullah Jakarta
Sekretaris Umum Lembaga Pendidikan Ilmu
Al-Qur’an (LPIQ)  Nasional
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: